Iklan - Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineKarimunKepriPeristiwaTrend

Angin Puting Beliung Mengamuk di Belat, Puluhan Rumah Warga Rusak

×

Angin Puting Beliung Mengamuk di Belat, Puluhan Rumah Warga Rusak

Sebarkan artikel ini
Angin Puting Beliung Mengamuk di Belat, Puluhan Rumah Warga Rusak
IKUTI RCMNEWS di Google News

Karimun – Musibah angin puting beliung kembali menerjang di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Kali ini terjadi di Desa Lebuh, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun pada, Kamis 6 Juni 2024 sekitar pukul 16.30 WIB.

Iklan - Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilaporkan tidak ada korban jiwa, tapi puluhan rumah warga mengalami rusak ringan hingga berat.

Ketua Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Karimun Dedy Risdianto mengatakan, untuk data sementara ada 20 rumah warga yang rusak.

“10 rumah rusak berat, 10 lagi ringan dan sedang,” katanya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Desa Lebuh, Kecamatan Belat Faizal menyampaikan, peristiwa angin puting terjadi begitu cepat.

Baca: Pemprov-Pemkab Salurkan Bantuan Dana Rp 1,5 Miliar Untuk Korban Bencana Puting Beliung di Karimun

“Tiba-tiba ada angin kencang, atap-atap rumah warga beterbangan,” tuturnya.

Faizal menyebutkan, untuk rumah yang rusak akibat amukan angin puting beliung banyak terjadi di di wilayah Pancur dan Dusun 1.

“Yang paling banyak menjadi korban puting beliung di wilayah Pancur, Dusun 1 dan juga ada di depan Kantor Desa,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, musibah angin puting beliung yang terjadi belum lama ini dan mengemparkan melanda tiga kelurahan di Pulau Karimun besar yakni Kelurahan Sungai Lakam Barat, Baran Timur dan Barat Barat.

Baca: SPBE Karimun Telah Diresmikan, Harga Terbaru Gas LPG 3 Kg Segera Ditetapkan

Tercatat sebanyak 200 kepala keluarga (KK) atau mencapai 800 jiwa yang terdampak. Untuk kerugiannya sekitar Rp 4,9 miliar.

Dengan bergerak cepat Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri menyalurkan bantuan dana siap pakai untuk para korban yang nilai mencapai Rp 1,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *