Iklan - Scroll Untuk Baca Artikel
KarimunKepriKesehatan

Besok 4 Warga di Pulau Kundur Akan Selesai Jalani Masa Karantina Virus Corona

×

Besok 4 Warga di Pulau Kundur Akan Selesai Jalani Masa Karantina Virus Corona

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi. (Foto: nk/infoterkini.co.id).
IKUTI RCMNEWS di Google News

INFOTERKINI – 4 warga (2 keluarga) di Pulau Kundur akan selesai menjalani masa karantina (karantina rumah) terkait virus corona Covid-19, besok, Rabu (18/3/2020).

“Besok sudah selesai karantinanya. Saya sudah monitor perkembangannya, hasilnya cukup baik, tidak ada yang mengarah ke corona. Tapi sebelum dipastikan selesai atau lepas dari karantina, kita akan lakukan cek perkembangan terakhirnya dulu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi saat dihubungi infoterkini.co.id, Selasa (17/3) sore.

Iklan - Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dikatakannya, jumlah warga yang dikarantina sampai saat ini sebanyak 17 orang. Untuk 13 lainnya juga 2 keluarga dikarantina di Pulau Karimun besar.

“Yang 13 baru menjalani masa karantina Jumat kemarin. Masa karantina memang selama sampai 14 hari. Tapi jika hasilnya negatif, tidak harus menunggu 14 hari. Kalau positif baru 14 hari,” ucap Rachmadi.

Baca Juga: Bupati Karimun: Informasi soal Virus Corona Satu Pintu di Dinkes

Rachmadi menyebutkan, untuk jumlah warga yang diisolasi terkait virus corona atau Covid-19 di RSUD Muhammad Sani Karimun sebagai rumah sakit rujukan ada 3 orang. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaannya.

“Hari ini akan keluar hasilnya yang 2 orang. Sedangkan 1 lagi belum, karena masuknya belakangan. Semoga hasil semuanya negatif,” katanya sekaligus berharap mengakhiri.

Baca Juga: Bupati Karimun Tegaskan Semua Pihak Harus Bersinergi Menanggulangi Virus Corona

Dilansir dari tempo.co, juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona mengatakan ada penambahan kasus positif Covid-19 menjadi 172 Kasus per Selasa, 17 Maret 2020. Sementara jumlah meninggal tetap 5 orang.

“Penambahan paling banyak terjadi di Jakarta,” kata Yurianto ketika menggelar konferensi pers di Gedung BNPB, Kamis, 17 Maret 2020. “Kemudian dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.”

Yurianto mengatakan ada penambahan kasus 20 orang yang dilakukan oleh Badan Litbang Kementerian Kesehatan dan 6 Spesimen dari pemeriksaan Universitas Airlangga.

Secara umum kondisi yang dirawat, kata Yurianto, sudah membaik. Sementara itu, sudah ada sembilan orang sembuh dan boleh pulang. Kemudian ada beberapa orang yang negatif namun harus menunggu interval.

 

Penulis: red