Iklan - Scroll Untuk Baca Artikel
KarimunKepri

Bupati Karimun Terbitkan Surat Edaran Protokol Pelaksanaan Ibadah Fase New Normal

×

Bupati Karimun Terbitkan Surat Edaran Protokol Pelaksanaan Ibadah Fase New Normal

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar Surat Edaran (SE) Bupati Karimun Nomor :450/SET-COVID-19/V/09/2020 tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah dalam kondisi Covid-19 (Fase New Normal) pada rumah/sarana ibadah di Kabupaten Karimun.
IKUTI RCMNEWS di Google News

INFOTERKINI – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor :450/SET-COVID-19/V/09/2020 tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah dalam kondisi Covid-19 (Fase New Normal) pada rumah/sarana ibadah di daerahnya.

Berikut isi SE tersebut yang diterima infoterkini.co.id, Kamis (28/5/2020) malam.

Iklan - Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berdasarkan :
A. Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK. 02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam mendukung keberlangsungan Usaha;

B. Berdasarkan Surat Gubernur Kepulauan Riau No.56/SET-GTC19/v/2020 tanggal 26 Mei 2020 dan No.57/SET-GTC19//2020 tanggal 27 Mei 2020;

C. Hasil Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah kabupaten Karimun bersama Kepala Kantor Kementerian Agama dan Pimpinan Organisasi/Ormas Islam se-Kabupaten Karimun
tanggal 27 Mei 2020;

Maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

a. Pemerintah Kabupaten Karimun telah berkoordinasi terhadap persiapan
pelaksanaan adaptasi perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 (Fase New Normal) di Provinsi Kepulauan Riau yang berkaitan dengan pelaksanaan Ibadah di Rumah / Sarana Ibadah;

b. Hasil kerjasama Tim Gugus Percepatan Penanggulangan COVID-19 dan stakeholder Kabupaten Karimun terkait yang telah terlaksana dengan sangat baik sehingga perkembangan Covid-19 senantiasa dalam kondisi baik dan terkendali, walaupun daerah-daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Karimun penyebaran Virus Covid-19 terus meningkat;

c. Kabupaten Karimun berdasarkan peta status wilayah penyebaran Covid-19 pada 282 Kab/Kota se-Indonesia yang diperoleh dari Situs Kementerian Kesehatan RI Tanggal 22 Mei 2020 berada pada Zona Kuning;

d. Laporan update Covid-19 Kab. Karimun sampai dengan tanggal 28 Mei 2020 oleh TIM GUGUS TUGAS Kab. Karimun menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di Kab. Karimun dalam kondisi semakin menurun dan terkendali;

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka Pemerintah tetap menganjurkan untuk melaksanakan Ibadah dirumah saja bersama keluarga.

Namun demikian bagi Pengurus dan
Jamaah Rumah/ Sarana Ibadah se-Kabupaten Karimun yang berkeinginan untuk melaksanakan
Ibadah di masa Pandemi –°OVID-19 pada Fase New Normal ini, maka wajib mengikuti Protokol kesehatan Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19 sebagai berikut :

1. Bagi Pengurus Masjid/Mushalia yang akan melaksanakan Sholat berjamah untuk memperhatikan hal hal sebagai berikut :

a. Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir;

b. Menyediakan Antiseptik untuk Jamaah dan Desinfektan untuk membersihkan fasilitas Ibadah
sebelum dan sesudah digunakan;

C. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah;

d. Dalam melaksanakan Ibadah pengurus maupun jamaah harus memakai masker, apabila tidak
menggunakan tidak diperkenankan untuk beribadah secara berjamaah;

e. Bagi jamaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin tidak diperkenankan untuk beribadah secara berjamaah;

f. Jamaah diprioritaskan bagi warga bertempat tinggal disekitar Sarana / Rumah Ibadah atau merupakan jamaah tetap;

9. Tidak berjabat tangan dan berpelukan;

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan Ibadah;

i. Membawa sajadah masing-masing dan dianjurkan untuk berwudhu dari rumah;

j. Menerapkan Physical Distancing / Menjaga jarak, minimal 1 lengan antara satu jamaah dengan jamaah lainnya;

Dalam ajaran agama islam menurut kaidah usul fiqh diperbolehkan berhubung situasi Darurat Ad-dhorurotu tubikhul mahdhurot ” keadaan darurat membolehkan suatu yang dilarang “);

k. Imam yang bertugas dalam memimpin sholat berjamaah sangat dianjurkan membaca Doa Qunut
Nazilah pada setiap shalat 5 (lima) waktu;

2. Bagi Pengurus dan Jamaat Rumah / sarana Ibadah selain Islam (Gereja, Kelenteng, Wihara dan Rumah Duka), dalam melaksanakan peribadatan agar dapat mempedomani Protokol Kesehatan penanganan COVID-19 sebagaimana angka 1 huruf a sdh serta tetap menjaga sosial dan physical distancing;

3. Dalam Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan peribadatan sebagaimana dimaksud di atas diminta kepada TIM GUGUS TUGAS di tingkat Kabupaten dan Kecamatan/Kelurahan/Desa untuk secara intens memberikan pemahaman secara persuasif kepada Pengurus dan Jamaah Rumah/Sarana Ibadah;

4. Kepada seluruh Pengurus Rumah/Sarana Ibadah beserta Jamaah untuk melaksanakan Doa bersama setiap selesai beribadah agar pandemi –°OVID 19 segera berakhir;

5. Mari Bersama Melawan Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *