Iklan - Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineKarimunKepriPeristiwaTrend

Jumlah Bangunan Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Desa Lebuh Bertambah

×

Jumlah Bangunan Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Desa Lebuh Bertambah

Sebarkan artikel ini
Salah satu rumah warga di Desa Lebuh, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri yang rusak akibat amukan angin puting beliung, Kamis 6 Juni 2024 sore.
IKUTI RCMNEWS di Google News

Karimun – Jumlah bangunan rusak akibat angin puting beliung yang terjadi di Desa Lebuh, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri bertambah.

Jika sebelumnya 20 rumah, kini dilaporkan menjadi 34 rumah warga yang rusak.

Iklan - Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musibah angin puting beliung menerjang Desa Lebuh terjdi pada, Kamis 6 Juni 2024 sekitar pukul 16.30 WIB.

“Untuk data sementara ada 34 rumah yang dampak, 9 diantaranya mengalami rusak parah,” kata Kepala Bidang Bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Karimun Kabupaten Karimun Hendra, Jumat 7 Juni 2024.

Ia mengatakan, para korban musibah angin puting beliung sudah dievakuasi ke ke tempat-tempat yang aman.

“Ada yang ke rumah saudara dan juga tetangga. Untuk jumlah jiwanya sementara sekitar 154,” ucap Hendra.

Baca: Angin Puting Beliung Mengamuk di Belat, Puluhan Rumah Warga Rusak

Disampaikannya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban yang terdampak da juga berapa kerugiannya.

“Nanti akan kita sampaikan data terbarunya, saat ini kami masih melakukan pendataan dilokasi,” katanya.

Musibah angin puting beliung yang terjadi belum lama ini dan mengemparkan melanda tiga kelurahan di Pulau Karimun besar yakni Kelurahan Sungai Lakam Barat, Baran Timur dan Barat Barat.

Baca: Besok Ada Bazar Murah di Polres Karimun, DKP Kepri Siapkan 1,5 Ton Ikan Segar

Tercatat sebanyak 200 kepala keluarga (KK) atau mencapai 800 jiwa yang terdampak. Untuk kerugiannya sekitar Rp 4,9 miliar.

Dengan bergerak cepat Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri menyalurkan bantuan dana siap pakai untuk para korban yang nilai mencapai Rp 1,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *