Iklan - Scroll Untuk Baca Artikel
KarimunKepriPendidikan

Pasiter Kodim 0317/TBK Paparkan Ciri dan Penyebab Terjadinya Radikalisme pada Pelajar

×

Pasiter Kodim 0317/TBK Paparkan Ciri dan Penyebab Terjadinya Radikalisme pada Pelajar

Sebarkan artikel ini
Pasiter Kodim 0317/TBK, Lettu Kav Tatang Rohimat menyampaikan materi saat menjadi narasumber pada pelatihan pencegahan masuknya faham radikalisme di kalangan generasi muda yang diselenggarakan Dispora di Hotel 21 Karimun,Selasa (25/2/2020)
IKUTI RCMNEWS di Google News

Karimun, Infoterkni.co.id – Pasiter Kodim 0317/TBK, Lettu Kav Tatang Rohimat menjadi sebagai narasumber pada pelatihan pencegahan masuknya faham radikalisme di kalangan generasi muda, Selasa (25/2/2020) dengan tema ‘Melawan Radikalisme’.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karimun itu, digelar di Hotel 21 Karimun.

Iklan - Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelatihan diikuti sebanyak 100 orang peserta (pelajar SLTA) tersebut, dibuka oleh Kadispora Karimun, Usman. Turut hadir diantaranya Kepala Kemenag Karimun, Jamjuri.

Kepada peserta pelatihan, Tatang mengatakan, ada tiga pemahaman dasar tentang radikalisme. Pertama, radikal tidak selalu identik dengan kekerasan. Kedua, maknanya bisa positif atau negatif. Terakhir, tidak semata-mata merupakan sebuah gerakan aksi berbentuk wacana/pemikiran/keyakinan, tidak selalu bersumber pada ajaran agama.

Sementara ciri-cirinya, terbentuk dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung. Respon tersebut diwujudkan dalam bentuk evaluasi, penolakan bahkan perlawanan.
Tidak pernah berhenti dalam upaya penolakannya sebelum terjadi perubahan drastis terhadap kondisi yang dikehendaki.

Selain itu, keyakinan sangat kuat terhadap program yang akan mereka jalankan. Menggunakan kekerasan dalam mewujudkan keinginannya. Menganggap semua yang bertentangan dengannya bersalah.

“Faktor-faktor penyebab terjadinya radikalisme diantaranya ekonomi, politik, sosial, psikologi dan pendidikan,” jelas Tatang.

Disampaikannya, pemuda target utama kelompok radikal. Untuk itu ia meminta para pemuda untuk terus meningkatkan pemahaman keagamaan, pemahaman terhadap agama yang benar dan utuh, integral serta komprehensif. Sehingga agama tidak dipahami secara parsial yang mengakibatkan terjadi kesalahpahaman.

 

“Bentuk komunitas damai di lingkungan sekitar. Menjadi sebagai pionir dimana cipta kedamaian, dengan melaksanakan sosialisasi bahaya radikalisme. Aktif melaksanakan pengawasan terhadap hal yang mencurigakan terkait penyebaran virus radikalisme,” pinta Tatang.

 

Pada kesempatan itu, Tatang menyampaikan, radikalisme merupakan ancaman bagi bangsa dan negara dan muncul akibat adanya perbedaan yang tidak dapat diterima dari pihak satu ke pihak yang lain di masyarakat.

Sehingga terjadilah penggunaan kekerasan ataupun pembalasan, akibat merasa tertindas dan menganggap cara seperti inilah yang paling tepat untuk dilakukan oleh mereka tanpa memikirkan akibat atau bahaya untuk orang lain, bahkan bangsa ini sendiri.

“Radikalisme mempunyai kecenderungan untuk membenci orang dengan menghancurkan orang lain. Dimana semangat tersebut tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sangat mengagungkan indahnya perbedaan,” tuturnya.

Tatang berharap, pelajaran yang diberikan tersebut dapat bermanfaat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari oleh para pelajar.

 

Penulis: ko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *