Menu

Mode Gelap
Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan

Headline · 30 Jun 2022 11:01 WIB

11 Tahun Bekerja, PTT Kantor Lurah di Lingga ini Sebut Diberhentikan Sepihak dan Tanpa Pemberitahuan


					Angga Dharmawan (33 tahun), Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kantor Lurah Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang diberhentikan. Menurut Angga Dharmawan pemberhentian kerja yang telah mengabdi selama 11 tahun sepihak dan tanpa pemberitahuan. Perbesar

Angga Dharmawan (33 tahun), Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kantor Lurah Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang diberhentikan. Menurut Angga Dharmawan pemberhentian kerja yang telah mengabdi selama 11 tahun sepihak dan tanpa pemberitahuan.

Lingga, rcmnews – Nasib, Angga Dharmawan, Pegawai Tidak Tetap (PTT) sangatlah memperihatinkan.

Pasalnya pria berusia 33 tahun memiliki satu anak tersebut setelah sebelas tahun mengabdi (bekerja) tiba- tiba diberhentikan dari tempat kerjanya, yakni Kantor Lurah Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

“Masa perpanjangan kontrak kerja baru saya dapatkan bulan Januari 2022, dan berakhirnya pada Desember 2022 nanti . Ini jelas tidak adil, terkesan sepihak, karena pemberhentian saya tanpa ada tindakan terlebih dahulu seperti teguran atau surat peringatan SP1, SP2 dan SP3,” kata Angga Dharmawan, Rabu (29/6/2022).

Disampaikannya, surat pemberhentian diterimanya pada tanggal 17 Juni 2022. Sementara surat tersebut sudah diterbitkan dan dikeluarkan oleh BKD Lingga yang ditandatangani langsung Bupati Lingga tertanggal 28 Maret 2022.

Hal itu lanjut Angga, tentu menjadi tanda tanya baginya seperti terkesan dipaksakan ia diberhentikan dengan digantikan oleh orang lain.

“Ada apa saya diberhentikan tanpa sebab yang jelas. Hanya karena sering izin kemudian dipanggil menghadap Lurah, dan tiba-tiba diberikan surat pemberhentian,” ucapnya.

Menurut Angga, selama ia bekerja sebagai tenaga honorer tidak memiliki masalah, apalagi mencemari nama instansi pemerintah di tempatnya bekerja.

“Kalau kesalahan saya fatal, saya terima diberhentikan. Kenapa saya yang menjadi sorotan hingga harus diberhentikan. Ini tidak adil, terkesan pilih kasih, ada apa sebenarnya,” tanya Angga.

Ia menyesali tidak ada kebijakan sama sekali baik itu dari kelurahan, kecamatan maupun kabupaten untuk memberikan teguran atau surat peringatan terlebih dahulu kepada dirinya.

“Saya melamar kerja melalui proses dengan mengikuti tes pada tahun 2010, bukan orang titipan,” ungkap Angga.

Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

AKBP Fadli Agus Jabat Kapolres Lingga

10 Agustus 2022 - 15:27 WIB

Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster

10 Agustus 2022 - 15:03 WIB

Kadisdikpora Lingga Infaq 10 Ribu Sepatu Untuk Anak Kurang Mampu

10 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Trending di Kepri