Menu

Mode Gelap

Karimun · 3 Agu 2020 17:54 WIB

5 Laki-laki di Karimun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Curanmor


					Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan saat memimpin press release pengungkapan kasus curanmor, Senin (3/8/2020). Perbesar

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan saat memimpin press release pengungkapan kasus curanmor, Senin (3/8/2020).

Infoterkini.co.id – Sebanyak lima orang laki-laki berinisial M, DAD, EA, EI dan RA yang kesemuanya warga Karimun, Provinsi Kepri ditangkap polisi terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tindak pidana ini diungkap oleh tim Satrekrim Polres Karimun dan Polsek Meral.

“Dari kelima tersangka tidak semua sebagai pencurinya, ada juga yang sebagai penadah,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan saat memimpin press release pengungkapan kasus tersebut, Senin (3/8/2020).

Turut dalam kesempatan itu diantaranya Kasat Reskrim, AKP Herie Pramono dan Kapolsek Meral, AKP Doddu Santosa Putra.

Dikatakannya, kasus curanmor terjadi dibeberapa tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Pengungkapan pertama di Bukit Tiung Kelurahan Balai, Kecamatan Karimun pada Sabtu 11 Juli 2020 pada pukul 23.50 WIB dengan barang bukti satu unit sepeda motor merk Honda Tipe Beat Warna Hitam.

Kemudian, di simpang lampu merah Kapling samping Gereja HKBP pada Senin 27 Juli 2020 pukul jam 01.30 WIB dini hari.

“Kedua unit sepeda motor tersebut dicuri tersangka M lalu dijual seharga Rp 1.100.000 dan Rp 1.050.000 kepada DAD tanpa dokumen apapun. Sepeda motor tersebut rencananya dijual kembali oleh DAD untuk mencari untung lebih besar ke EA dengan harga Rp 2 juta,” jelas Adenan.

Selanjutnya kembali dilakukan pengungkapan kasus sama yang terjadi di Kampung Bukit Keluarahan Meral Kota, Kecamatan Meral, pada Senin 20 Juli 2020 pukul 16.00 WIB. Adapun barang bukti yang didapatkan satu unit sepeda motor Merk Yahama Tipe RX King warna merah maron

“Tersangka berinisial EI dan RA. Sepeda motor yang mereka curi saat terparkir di depan rumah korban,” tambah Adenan.

Disampaikannya, atas perbuatannya tersangka M dikenakan pasal 363 Kitab undang – undang hukum pidana dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun. Sedangkan untuk pelaku penadah DA dan EA, dikenakan Pasal 480 Kitab undang – undang hukum pidana dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun.

“Tersangka EI dan RA juga dikenakan pasal 363 Kitab undang – undang hukum pidana dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun,” tutup Adenan.

 

(ko)

Baca Berita Lainnya di Google News
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Buka Turnamen Voli di Karimun, Gubernur Kepri: Tanamkan Nilai Sportivitas

7 Desember 2022 - 12:50 WIB

Petinggi Sunda Empire Lord Rangga Meninggal Dunia 

7 Desember 2022 - 12:19 WIB

Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Pelaku Tewas

7 Desember 2022 - 11:18 WIB

Pastikan Stok Ada, Polsek Singkep Barat Cek Toko dan Distributor Sembako

6 Desember 2022 - 15:59 WIB

Bayi 7 Bulan di Lingga Meninggal Dunia Diduga Gizi Buruk

6 Desember 2022 - 12:42 WIB

Pemkab Karimun Bangun Jalan Lebuh-Penarah dan Kampung Asam-Sebele Senilai Rp 33 Miliar

6 Desember 2022 - 11:29 WIB

Trending di Karimun