Menu

Mode Gelap
Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman

Karimun · 25 Feb 2020 16:57 WIB

Ayah Korban Sebut S Bukan Pelaku yang Mencabuli Anaknya di Karimun


					Y, ayah yang anaknya berusia 8 tahun diduga di cabuli pelaku berinisil S. Namun Y sebut bukanlah S sebagai pelakunya. Perbesar

Y, ayah yang anaknya berusia 8 tahun diduga di cabuli pelaku berinisil S. Namun Y sebut bukanlah S sebagai pelakunya.

Karimun, infoterkini.co.id – Seminggu sudah berlalu Polres Karimun melakukan pres rilis pengungkapan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul pelaterhadap anak di bawah umur.

Tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul pelaterhadap anak di bawah umur tersebut, terjadi di wilayah Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Dalam kasus dialami seorang gadis masih berusia delapan tahun yang mengalami keterbelakangan mental itu, polisi menetapkan S alias Sandi, pria kelahiran tahun 1987 sebagai tersangkanya.

“Saat dicabuli, korban hanya diam. Hasil visum, ditemukan luka robek di kemaluan korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Harie Pramono kepada wartawan pada saat pres rilis.

Harie menyebutkan, barang bukti yang disita dari pelaku berupa handuk. Sementara dari korban, celana dalam dan seprai.

Atas perbuatannya, pelalu disangkakan Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Terkait kasus tersebut, Y (43 tahun) ayah korban menyampaikan hal yang mengejutkan.

“Saya selaku ayah dari korban, dalam peristiwa yang terjadi menyatakan bahwa S tidak bersalah,” ujar ayah korban kepada infoterkini.co.id, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan, mengetahui benar asal usul keluarga pelaku dari kecil. Bahkan sudah mengenal keluarga besar pelaku sejak pelaku masih kecil.

“Sosok pelaku sangat saya kenal betul. Yang saya tahu, sosok pelalu sangat alim, rajin shalat dan tidak pernah ikut campur urusan orang,” ucapnya.

Disampaikannya, menyatakan bahwa S  bukanlah pelaku, setelah menanyakan  secara langsung apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya.

“Apakah om S yang melakukan nak? anak saya menjawab, tidak yah. Saya bertanya berkali-kali, jawaban anak saya tetap sama. Saya mengenal istri dan anak saya, mereka tidak akan membohongi saya. Saya menduga anak dan istri dipaksa untuk memberikan keterangan palsu,” katanya.

Lanjutnya lagi, saat kejadian sedang berada (bekerja) di Malaysia. Dua hari setelah kejadian, barulah diberitahu. Ia menyanyangkan keluarga dari istrinya sekaligus sebagai saksi, tidak memberitahukan kejadian tersebut kepadanya dengan cepat.

“Saat berada di Malaysia, sempat menelpon abang iparnya dan menanyakan bagaimana keadaan istri dan anaknya. Jawabnya, anak dan istri saya sehat-sehat aja dan baik- baik saja. Kenapa abang ipar saya tidak terus terang, kenapa disembunyikan. Saya kan ayah kandung korban. Ada apa sebenarnya ini?,” ucapnya lagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua DPW Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepri, Azman Zainal minta diduga tersangka dibebaskan, jika tidak bersalah.

“Alat buktinya kurang kuat. Jika memang dilakukannya, apakah ada bercak darah di tempat melakukan perbuatan tersebut,” katanya dengan tegas.

Azman menyebutkan, dengan segala upaya akan menggungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dalam waktu dekat ini, akan melayangkan surat ke Polres Karimun dan tembusannya disampaikan ke Kepala Kejaksaan Negeri Karimun.

“Perihal suratnya permohonan pencabutan perkara. Isi surat diantaranya, memohon kepada bapak Kapolres Karimun untuk mencabut dan tidak melanjutkan penahanan atas laporan perkara,” tutupnya.

Penulis: NK

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kodim 0317/TBK Gelar Lomba Mancing Meriahkan HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 22:30 WIB

Update Covid-19 Karimun: Sembuh 3, Pasien Positif 3

17 Agustus 2022 - 16:48 WIB

Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

17 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Polres Karimun Panitia Utama Upacara Bendera HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Kompak! Satgas TMMD dan Masyarakat Cor Jalan Semenisasi Ratusan Meter

17 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Upacara HUT RI ke 77 di Karimun Berlangsung Khidmat

17 Agustus 2022 - 10:19 WIB

Trending di Karimun