Menu

Mode Gelap
Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman

Karimun · 20 Jul 2020 16:43 WIB

BC Kepri Gagalkan Penyelundupan Tekstil Senilai Rp 13 Miliar


					Sekda Karimun, H M Firmansyah meninjau ribuan tekstil di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Senin (20/7/2020) siang.
Perbesar

Sekda Karimun, H M Firmansyah meninjau ribuan tekstil di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Senin (20/7/2020) siang.

Infoterkini.co.id – Bea Cukai Kepulauan Riau mengagalkan penyelundupan tekstil diduga dari Malaysia tujuan Indonesia (Tembilahan, Riau) pada Selasa (14/7/2020) sore.

Barang sebanyak 3.395 roll di KM Karya Sakti tersebut senilai Rp 13 miliar, dan potensi kerugian negara sekitar Rp 4.962.558.405.

“Modusnya ribuan tekstil akan diselundupkan disamarkan dengan ditutupi 49 tilam/kasur busa,” jelas Kepala KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Agung Marhaendra Putra kepada wartawan di Aula H K Irooth Kanwil DJBC Khusus Kepri, Senin (20/7/2020) siang.

Disampaikannya, tim patroli gabungan BC Kepri menemukan kapal bermuatan ribuan tekstil itu di sekitar perairan Pantai Pelawan, Kabupaten Karimun, Selasa 14 Juli 2020 sore setelah menerima informasi dari masyarakat.

Informasi yang diterima, diduga sedang adanya aktivitas pemuatan barang yang akan diselundupkan tersebut.

Namun lanjutnya ketika tim partoli sampai, kapal dalam keadaan kosong. Anak Buah Kapal (ABK) sudah melarikan diri karena, di duga telah mengetahui pergerakan tim Bea Cukai.

“Proses pemeriksaan kapal disaksikan dan diketahui oleh Ketua RW dan Ketua RT setempat. Kemudian kapal beserta muatan ditarik ke Kanwil DJBC Kepri guna pemeriksaan dan penelitian untuk proses lebih lanjut,” ucap Agung.

Disampaikannya, disaat kondisi ekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan yang sangat berat dan tekanan pandemi Covid19, masih ada orang melakukan perdagangan illegal yang berakibat pada kerugian negara dari sisi penerimaan negara.

“BC Kepri akan menjadi garda terdepan untuk selalu mencegahnya,” tegas Agung mengakhiri.

Hadir pada konferensi pers tersebut diantaranya Sekda Karimun HM Firmansyah, FKPD dan pejabat utama Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Penulis & Editor: NK I Redaksi

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kodim 0317/TBK Gelar Lomba Mancing Meriahkan HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 22:30 WIB

Update Covid-19 Karimun: Sembuh 3, Pasien Positif 3

17 Agustus 2022 - 16:48 WIB

Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

17 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Polres Karimun Panitia Utama Upacara Bendera HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Kompak! Satgas TMMD dan Masyarakat Cor Jalan Semenisasi Ratusan Meter

17 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Lapangan Merdeka Lingga Saksikan Pawai Obor HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 10:44 WIB

Trending di Kepri