Menu

Mode Gelap
Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan Ada Pemeliharaan PLTU, Listrik di Karimun Padam Bergilir Mulai 29 Juli 2022

Karimun · 27 Agu 2020 15:01 WIB

Bupati Karimun Bantah Isu Lockdown


					Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancara, Sabtu (22/8/2020). Perbesar

Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancara, Sabtu (22/8/2020).

Karimun, infoterkini.co.id – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri diisukan lockdown disebabkan terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq membatah isu yang hanggat diperbincangkan di masyarakat beberapa hari ini.

Dikatakannya, memberlakukan lockdown atau PSBB harus sangat hati-hati. Itu bisa dilakukan kalau situasi dan kondisi yang memang sangat perlu.

Kemudian lanjutnya, harus melihat dan memperhitungkan kemampuan daerah.

“Lockdown itu menutup secara keseluruhan. Apa yang terjadi atau dampak yang timbul jika itu dilakukan,” ujar Rafiq, Kamis (27/8/2020) siang.

Disampaikannya, memberlakukan lockdown harus minta izin ke Pemerintah Pusat melalui Menteri Kesehatan.

“Bupati harus minta izinnya ke Pemerintah Pusat melalui persetujuan Menkes, baru bisa dilakukan lockdown,” jelas Rafiq.

Ia meminta jangan membuat kepanikan di masyarakat dengan isitilah lockdown.

“Lockdown itu sangat besar pengaruhnya dari berbagai sosial kehidupan masyarakat. Kalau kondisijya masih seperti ini belumlah, kecuali sudah ribuan,” kata Rafiq.

Tambahnya, belum melakukan lockdown atau PSBB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tidak dalam jumlah yang masif dan transmisinya tidak menyeluruh.

“Masih 1, 2. Kita tangani dulu lah. Yang kita kurangi atau batasi saat ini adalah orang-orang berkumpul ditempat keramaian. Untuk pelaksaan ibadah di rumah ibadah, dipersilakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Rafiq.

 

(nk)

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Santunan Belum Dapat, DP2KA Lingga Nunggak BPJS

8 Agustus 2022 - 09:51 WIB

TMMD ke 114: Dandim 0317/TBK Berbagi Sembako di 2 Desa

8 Agustus 2022 - 09:36 WIB

Didukung 12 OKP, Raden Richky Pimpin DPD KNPI Karimun Periode 2022-2025

8 Agustus 2022 - 09:13 WIB

Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI

6 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Trending di Headline