Menu

Mode Gelap
HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun

Karimun · 8 Mar 2020 15:59 WIB

Ini Motif Tewasnya Seorang Remaja di Paya Rengas Meral


					Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono. Perbesar

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono.

Infoterkini, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono menyebutkan, penyebab (motif) seorang remaja berinisial MFU tewas gantung diri, di duga karena tidak dipinjamkan sepeda motor sama orang tuanya.

“Dugaan sementaranya itu,” ujar Herie saat dikonfirmasi infoterkini.co.id, Minggu (8/3/2020) siang.

Dikatakan Herie, berdasarkan keterangan dari orang tuanya, korban mau meminjam sepeda motor namun tidak diberi.

Hingga malam sebelum ditemukan tewas tergantung, korban ditinggal sendirian di rumah.

“Sekitar 30 menit kemudian, didapati korban sudah gantung diri, dan korban tidak ada riwayat penyakit menurut keterangan orang tua dan paman korban,” kata Herie.

Diberitakan sebelumnya, MFU berusia 17 tahun, ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Paya Rengas RT 01 RW 02 Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (7/3/2020) malam.

MFU ditemukan temukan tewas dengan tali nilon warna biru yang mengikat di lehernya. Tali tersebut terikat di kayu plafon atap rumah.

Hasil olah TKP dan Visum Et Refertum (VER), terdapat tali tambang nilon warna biru yang terikat di kayu plafon atap rumah, kursi kayu sebagai alat tumpu berjarak 2,5 meter dari tali tambang nilon.

Kemudian, hasil identifikasi dan pemeriksaan luar (VER) terhadap korban, terdapat air seni pada celana pendek berwarna abu-abu yang dipakai korban.

Korban ditemukan pertama kali oleh orang tuanya berinisial U (48) pukul 20.15 WIB,

Sebelumnya, pada pukul 19.45 WIB, orang tua korban pergi keluar rumah menggunakan sepeda motor. Sedangkan korban, berada di rumah menonton televisi.

Disaat orang tua korban kembali pulang ke rumah, kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Kemudian, orang tua korban membuka
paksa jendela rumah dan mendapati anaknya telah tergantung di ruang keluarga.

“Seketika itu Supendi (saksi/kakek korban) membuka jeratan tali nilon yang mengikat di leher korban. Sedangkan orang tua korban serta Purwanto (saksi/sepupu), menurunkan korban, selanjutnya membawa korban ke RSUD Muhamad Sani Karimun,” ucap Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono dalam keterangannya diberitakan sebelumnya.

 

Penulis: ko

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Selesai Bangun 9 Unit Jamban Warga Desa Parit

14 Agustus 2022 - 17:05 WIB

Adat Budaya Melayu Lingga Sambut Kapolres Baru

13 Agustus 2022 - 22:01 WIB

Neko Temui PSDKP Minta Tertibkan Kapal Ganggu Nelayan Lingga

12 Agustus 2022 - 17:17 WIB

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Beri Penyuluhan Pertanian Kepada Warga

12 Agustus 2022 - 15:29 WIB

HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia

11 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Tim Wasev Tinjau TMMD ke 114 Kodim 0317/TBK

11 Agustus 2022 - 16:52 WIB

Trending di Karimun