Menu

Mode Gelap
Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan

Karimun · 9 Jul 2020 16:37 WIB

Kasus Pencabulan di Karimun, Pelaku Ancam Bunuh Keluarga Korban


					Kapolres Karimun, AKBP M Adenan sedang mengintrogasi pelaku cabul inisial EW alias E (30 tahun) warga Jl Kp Kali Baru RT 002 RW 004 Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kabuapten Karimun, Kamis (9/7/2020) siang. Perbesar

Kapolres Karimun, AKBP M Adenan sedang mengintrogasi pelaku cabul inisial EW alias E (30 tahun) warga Jl Kp Kali Baru RT 002 RW 004 Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kabuapten Karimun, Kamis (9/7/2020) siang.

Infoterkini.co.id – EW alias E (30 tahun) warga Jl Kp Kali Baru RT 002 RW 004 Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, Kabuapten Karimun diringkus polisi tanggal 3 Juli 2020 di salah satu bengkel mobil.

Ia ditangkap karena telah melakukan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak berusia 12 tahun.

Setelah melakukan persetubuhan, pelaku mengancam korban dengan mengatakan “Jangan kasih tahu mama, nanti aku bunuh adik-adik dan mama”.

“Pelaku melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul kepada korban sejak tahun 2014, dan terakhir kali pada Jumat tanggal 26 Juni 2020,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan didampingi Kasat Reskrim, AKP Herie Pramono kepada wartawan, Kamis (9/7/2020) siang.

Dikatakannya, pelaku menyuruh korban berbaring di kasur di ruangan tamu (rumah pelaku). Kemudian meminta korban membuka celana dalam.

“Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku mengeluarkan spermanya di luar vagina korban. Disaat korban memakai celana dalamnya, pelaku mengatakan ancaman tersebut kepada korban,” ucapnya mengakhiri.

Dalam kasus ini barang bukti yang disita dari pelaku berupa 1 helai baju lengan pendek warna merah bertuliskan BOSS, 1 helai celana legging panjang warna hitam, 1 helai celana dalam warna coklat, 1 helai celana loreng pendek dan 1 helai celana dalam pria warna biru.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat ( 2 ) dan atau pasal 2 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun, dengan denda paling banyak Rp 5 miliar.

 

Penulis: KT
Editor    : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

AKBP Fadli Agus Jabat Kapolres Lingga

10 Agustus 2022 - 15:27 WIB

Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster

10 Agustus 2022 - 15:03 WIB

Kadisdikpora Lingga Infaq 10 Ribu Sepatu Untuk Anak Kurang Mampu

10 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Trending di Kepri