Menu

Mode Gelap
Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan Ada Pemeliharaan PLTU, Listrik di Karimun Padam Bergilir Mulai 29 Juli 2022

Bintan · 20 Feb 2020 10:33 WIB

Kembali, Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Bintan


					Limbah minyak hitam memenuhi pantai di Desa Senggiling, Bintan, Provinsi Kepri. (Foto: istimewa). Perbesar

Limbah minyak hitam memenuhi pantai di Desa Senggiling, Bintan, Provinsi Kepri. (Foto: istimewa).

Bintan, infoterkini.co.id – Limbah minyak berwarna hitam kembali mencemari pantai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan volume yang lebih banyak dan luas.

Informasi terkait limbah minyak berbentuk kenyal tersebut disebarkan oleh sejumlah warga di media sosial.

“Siapa yang tega membuang limbah ini?” kata Ketua RT 2 Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kurnia.

Di sepanjang pantai di kawasan Kawal, Desa Teluk Bintan, Desa Malang Rapat, Berakit hingga Senggiling terdapat minyak hitam yang mencair dan kenyal. Batu-batu yang berada di kawasan wisata, juga kotor.

Minyak hitam yang berada di pinggir pantai, tidak hanya mencemari kawasan objek wisata, melainkan juga kawasan tangkapan ikan. Ratusan perahu dan sampan juga kotor.

“Minyak hitam lengket di jaring ikan dan bubuh kepiting,” katanya.

Kurnia yang tinggal di perumahan pelantar juga menunjukkan minyak hitam pada dinding puluhan perahu nelayan.

Di depan rumah milik Kurni juga terdapat kerambah ikan yang dikelola penginapan Kelong Eli. Di kerambah ikan itu juga terdapat minyak hitam.

“Sebagian warga di Teluk Bakau bekerja sebagai nelayan. Nelayan sulit mendapatkan ikan akibat limbah tersebut,” ujarnya.

Di Desa Teluk Bakau dan Malang Rapat juga banyak menggantungkan hidup dengan menangkap kepiting, gonggong dan kerang. Limbah menyebabkan nelayan kesulitan mendapatkan kepiting, gonggog dan kerang.

“Kami berharap pemerintah menyelesaikan permasalahan ini. Ini permasalahan terjadi setiap tahun saat musim angin utara,” katanya.

 

 

 

 

Sumber: Diskominfo Kepri

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

130 Atlet Kabupaten Karimun Siap Ukir Prestasi di Popda Kepri 2022

23 Juli 2022 - 18:21 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan di Pantai Trikora Bintan

16 Juli 2022 - 16:34 WIB

Polres Bintan Gelar Operasi Pasar Murah Minyak Goreng Sambut Hari Bhayangkara ke 76

27 Juni 2022 - 13:46 WIB

Polres Bintan Ringkus 10 Tersangka Narkoba

16 Juni 2022 - 16:23 WIB

Terjadi di Bintan, TKA Asal Tiongkok Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas

3 Juni 2022 - 14:58 WIB

Aniaya Tukang Parkir, Seorang WNA Diamankan Polres Bintan. Begini Kronologisnya

3 Juni 2022 - 14:30 WIB

Trending di Bintan