Menu

Mode Gelap
HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun

Batam · 15 Jun 2020 21:13 WIB

Klinik Baloi Intimidasi Wartawan, Suruh Hapus Video dan Berita yang Telah Diambil


					Hentikan kekerasan terhadap wartawan. (Foto: istimewa). Perbesar

Hentikan kekerasan terhadap wartawan. (Foto: istimewa).

INFOTERKINI – Perlakukan intimidasi, dialami oleh Leo Halawa wartawan salah media di Batam. Leo menceritakan, intimidasi itu dilakukan oleh Ditpam BP Batam dan beberapa perawat di Klinik Baloi Lubuk Baja Batam, Kepri, Senin (15/6/2020) siang.

Ditenggarai, Fransiskus Anggota Ditpam BP Batam dan beberapa perawat di Klinik Baloi Lubuk Baja memaksakan disertai intimidasi menghapus video dan foto yang diperoleh saat melakukan peliputan di Klinik yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

 

“Saya dihalangi di pintu keluar oleh empat orang perawat. Dengan menyuruh saya untuk menghapus video dan foto saya peroleh. Saya bilang, ini kan diperoleh karena kegiatan jurnalistik. Tapi tetap mereka memaksa dan mengintimidasi untuk menghapus. Sampai saya didorong dan hampir terjatuh,” kata Leo.

 

Ia mengatakan, video dan foto itu merupakan hasil peliputan seorang pasien bernama Eligius Bawaulu yang merasa diterlantarkan. Kemudian, Leo melakukan peliputan dan melakukan konfirmasi.

 

“Hasil konfirmasi berbelit-belit. Mereka melakukan pembelaan diri tapi itu hak mereka. Tapi yang membuat saya keberatan, adalah perlakukan Fransiskus dkk melakukan intimidasi,” tambah Leo.

Sementara itu, pasien bernama Eligius Bawaulu merupakan kartu Indonesia Sehat. Ia datang Senin sekitar pukul 14.00 WIB di Klinik itu untuk berobat. Hanya saja, pegawai di klinik itu mengatakan tidak melayani. Karena hanya satu orang dokter.

 

“Kami butuh pelayanan yang baik. Apakah kami karena kartu sehat tidak dilayani? Kami sangat menyesalkan tindakan pegawai Klinik Baloi BP Batam. Pelayanan tidak pro Masyarakat,” kata Eligius.

Sementara pasien yang membeli surat rapid test bebas Corona justru dilayani dengan baik.

“Aneh juga memang. Karena kami tak ada uang lalu kami dibiarkan mati,” katanya.

Eligius Bawaulu datang ke klinik itu dengan bantuan tongkat. Kakinya sakit dan ingin perobatan. Dia tak bisa ke rumah sakit swasta atau lain karena tak ada uang. Ia hanya mengandalkan kartu Indonesia Sehat miliknya.

 

“Tak ada uang bang. Saya tak uang untuk berobat ke tempat lain. Saya gak bisa jalan kalau tak pakai tongkat pak. Saya sangat kecewa dengan pelayanan di klinik Baloi,” ujarnya.

 

Jam sudah menunjukan pukul 15.44 WIB. Barulah klinik Baloi menangani pasien tersebut. “Itu pun kami komplin. Baru saya ditangani,” kata dia.

Sementara itu, Leo akan memperkarakan tindakan intimidasi yang ia alami dari Anggota Ditpam Fransiskus dkk. Sebab menurutnya, tindakan mereka sudah melanggar hukum.

 

“Saya kerja dilindungi undang-undang. Tapi ya kita lihat, tetap kami keberatan atas tindakan mereka,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, setiap jurnalis atau wartawan berhak melakukan peliputan. Dan bagia siapa yang menghalang-halangi tugas kegiatan jurnalistik ada sanksi pidananya. Yakni pada pasal 18 ayat 1 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan, Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

 

 

Sumber: rilis

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Neko Temui PSDKP Minta Tertibkan Kapal Ganggu Nelayan Lingga

12 Agustus 2022 - 17:17 WIB

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Beri Penyuluhan Pertanian Kepada Warga

12 Agustus 2022 - 15:29 WIB

HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia

11 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Tim Wasev Tinjau TMMD ke 114 Kodim 0317/TBK

11 Agustus 2022 - 16:52 WIB

Richky Pimpin Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Karimun, Begini Harapan Wabup

11 Agustus 2022 - 12:18 WIB

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

Trending di Karimun