Menu

Mode Gelap
Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan

Internasional · 26 Sep 2021 01:56 WIB

Malaysia Bandingkan Vaksin Sinovac dengan Pfizer dan AstraZeneca, Hasilnya?


					© Copyright (c) 2016 TEMPO.COfoto Perbesar

© Copyright (c) 2016 TEMPO.COfoto

Jakarta – Sebuah studi yang dilakukan di Malaysia mengungkap efektivitas ketiga vaksin yaitu Sinovac, Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca dalam melawan covid-19. Hasilnya, ketiga vaksin tersebut memberi perlindungan dalam melawan virus corona.

Dalam studi tersebut, vaksin buatan sinovac sangat efektif melawan penyakit serius akibat covid-19. Namun vaksin Pfizer/BioNTech dan Astrazeneca memberi perlindungan yang lebih baik terhadap gempuran virus corona.

Vaksin Sinovac sebelumnya disorot karena banyaknya tenaga kesehatan di Indonesia dan Thailand yang terinfeksi corona. Para tenaga kesehatan itu sudah mendapat vaksin penuh dari Sinovac.

Studi yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia menemukan bahwa 0,011 persen dari 7,2 juta penerima suntikan Sinovac memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU) akibat infeksi COVID-19, menurut pejabat kesehatan di Malaysia.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan penerima vaksin Pfizer yang hanya 0,002 persen dari sekitar 6,5 juta penerimanya yang harus dirawat di ICU.

Sedangkan penerima vaksin AstraZeneca hanya 0.001 persen dari 744.958 orang yang yang harus dirawat di ICU.

Baca Juga: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kabupaten Karimun Kembali Naik

Kalaiarasu Peariasamy, direktur di Institute for Clinical Research yang melakukan penelitian bersama dengan gugus tugas COVID-19 nasional, mengatakan vaksinasi apapun mereknya, telah mengurangi risiko penderita masuk ke ICU sebesar 83 persen.

Risiko kematian juga turun sebesar 88 persen berdasarkan penelitian yang melibatkan sekitar 1,26 juta orang.

Tingkat kematian orang yang divaksinasi lengkap juga rendah yaitu 0,01 persen, dan mayoritas dari mereka berusia di atas 60 tahun atau dengan penyakit penyerta.

“Ada perbedaan demografi penerima ketiga vaksin dengan hasil yang berbeda,” kata Kalaiarasu.

Banyak penerima AstraZeneca adalah usia pertengahan hingga dewasa. Sedangkan penerima vaksin Pfizer serta Sinovac banyak untuk populasi yang rentan.

Penerima AstraZeneca juga menyumbang proporsi penelitian yang jauh lebih kecil dengan melibatkan 14,5 juta individu yang sudah divaksinasi lengkap sejak 1 April.

Pada bulan Juli, Malaysia mengatakan akan menghentikan pemberian vaksin Sinovac setelah persediaannya berakhir. Alasannya Malaysia sudah memiliki cukup banyak vaksin lain.

Selain Indonesia, vaksin Sinovac digunakan di sejumlah negara yaitu China, Thailand dan Brasil untuk melawan covid-19. Perusahaan ini mengatakan telah memasok 1,8 miliar dosis di dalam dan luar negeri.

Sumber: TEMPO.CO

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

AKBP Fadli Agus Jabat Kapolres Lingga

10 Agustus 2022 - 15:27 WIB

Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster

10 Agustus 2022 - 15:03 WIB

Kadisdikpora Lingga Infaq 10 Ribu Sepatu Untuk Anak Kurang Mampu

10 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Trending di Kepri