Menu

Mode Gelap
Hari Bhayangkara ke 76, Kapolres Karimun Terima Penghargaan dari Bupati Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke 76, ini Harapan Bupati Karimun Polres Karimun Larutkan 975 Gram Sabu, Selamatkan Ribuan Jiwa Dapat Kejutan dari Dandim dan Danlanal, Kapolres Karimun: TNI-Polri Tetap Solid Listrik Sebagian Karimun Padam, Ternyata Gegara ini 11 Tahun Bekerja, PTT Kantor Lurah di Lingga ini Sebut Diberhentikan Sepihak dan Tanpa Pemberitahuan Dampak Wabah PMK dan Kulit Berbenjol, Karimun Kekurangan Ratusan Ekor Hewan Kurban Ratusan Pemotor Terjaring Selama Operasi Patuh Seligi 2022 di Karimun, Terbanyak Tak Pakai Helm Kodim 0317/TBK Bagikan Sembako Untuk Korban Banjir di Karimun Kapolres Karimun Kerahkan Personel Bantu Tangani Banjir

Karimun · 14 Mei 2022 18:19 WIB

Manager PLN Karimun Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir Tak Beraturan


 Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, Hendrico (kanan) didampingi Manager PLTU Tanjung Karimun, Syaifil Edli memberikan penjelasan penyebab pemadaman bergilir tidak beraturan
kepada wartawan di kantornya, Sabtu (14/5/2022) sore. Perbesar

Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, Hendrico (kanan) didampingi Manager PLTU Tanjung Karimun, Syaifil Edli memberikan penjelasan penyebab pemadaman bergilir tidak beraturan kepada wartawan di kantornya, Sabtu (14/5/2022) sore.

Karimun, RCM News – Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, Hendrico menjelaskan penyebab terjadinya perubahan pemadaman listrik bergilir ke pelanggan dari jadwal yang ditentukan.

Dikatakannya, penyebab pemadaman tidak beraturan, karena adanya gangguan pada pembangkit (mesin).

Lanjutnya, atau turunnya daya mampu pembangkit akibat temparatur panas (efek cuaca panas).

“Misalnya mesin operasi 21 unit tiba-tiba terkendala 1 unit, secara otomatis daya mampu berkurang, sehingga membutuhkan pemadaman tambahan diluar jadwal,” beber Hendrico didampingi Manager PLTU Tanjung Karimun, Syaifil Edli kepada wartawan di kantornya, Sabtu (14/5/2022) sore.

“Pemadaman dan penyalaan yang ditentukan bisa sesuai jadwalnya,  apabila tidak terjadinya gangguan pada mesin yang dioperasikan,” tambahnya.

Disampaikannya, saat ini penggunaan listrik di Karimun hilang 20 persen atau seperlimanya dari beban daya yang diperlukan sebelum terjadinya gangguan pada mesin pembangkit (PLTU).

Untuk proses penormalan atau penyalaan kembali membutuhkan waktu. Dengan kondisi hilangnya 20 persen itu 100 unit trafo posisi padam, untuk menormalkannya harus menyalakan 100 trafo lainnya.

“Jarak dari trafo ke trafo itu 200-300 meter, jadi butuh waktu untuk penyalaannya sekitar 1 jam. Jadwal pemadaman bergilir memang 1 kali dalam sehari dengan durasi 3 jam, apabila adanya gangguan pada mesin dan juga jaringan, maka terjadilah perubahan diluar jadwal, bahkan ada pemadaman sampai 2 kali dalam sehari,” ucap Hendrico.

Berita RCM:  Babinsa Kodim 0317/TBK Bantu Warga yang Sakit, Keluarga: Ini Wujud Kebersamaan TNI dan Rakyat
Artikel ini telah dibaca 2.798 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Program Ketahanan Pangan Kodim Karimun Wujudkan Pertanian Maju dan Modern

5 Juli 2022 - 16:44 WIB

Hari Bhayangkara ke 76, Kapolres Karimun Terima Penghargaan dari Bupati

5 Juli 2022 - 13:57 WIB

Karimun Kondusif, Kapolres: Berkat Dukungan Masyarakat

5 Juli 2022 - 13:12 WIB

Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke 76, ini Harapan Bupati Karimun

5 Juli 2022 - 12:39 WIB

Polres Karimun Larutkan 975 Gram Sabu, Selamatkan Ribuan Jiwa

2 Juli 2022 - 11:34 WIB

Polres Karimun Gelar Doa Bersama Lintas Agama Hari Bhayangkara ke 76

2 Juli 2022 - 10:14 WIB

Trending di Karimun