Menu

Mode Gelap
Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman

Karimun · 12 Apr 2020 13:27 WIB

Pemkab Karimun Akan Tutup Pintu Masuk Warga dari Luar Untuk Cegah Covid-19


					Bupati Karimun, Aunur Rafiq disampingi Sekda, H Muhd Firmansyah meninjau lokasi karantina di SPMN 2 Tebing, Minggu (12/4/2020). Perbesar

Bupati Karimun, Aunur Rafiq disampingi Sekda, H Muhd Firmansyah meninjau lokasi karantina di SPMN 2 Tebing, Minggu (12/4/2020).

INFOTERKINI – Pemkab Karimun, Provinsi Kepri akan menutup pintu masuk warga yang bukan masyarakat Karimun.

Kebijakan tersebut dibuat, dalam rangka untuk memutus atau menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di Kabupaten Karimun.

Demikian disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq disaat meninjau lokasi karantina isolasi bagi masyarakatnya yang datang dari kota terjangkit Covid-19 di SMPN 2 Tebing, Minggu (12/4/2020).

Turut mendampinginya ketempat tersebut, Serketaris Daerah Kabupaten Karimun, H Muhd Firmansyah.

Selain itu juga tampak Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi dan Unsur Pimpiman Kecamatan (Uspika) Tebing.

Dikatakan Rafiq, pemberlakuan karantina bagi warga yang pulang dari daerah telah terjangkit, salah satu gerakan dalam mencegah penyebaran virus tersebut di daerahnya.

“Mulai hari ini warga Karimun dan luar yang baru pulang dari Malaysia, Singapura, Jakarta via Batam dan Tanjungpinang kita karantinakan selama 2 hari di SMPN 2 Tebing,” tuturnya.

Sedangkan sambung Rafiq, terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berasal dari luar yang turun di Kabupaten Karimun, hanya dikarantina di pelabuhan.

“Karantina hanya di pelabuhan saja, tidak di SMPN 2 Tebing. Jika masih ada kapalnya, mereka melanjutkan pulang ke kampung halamannya masing-masing,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Karimun yang pulang dari daerah terpapar virus Corona atau Covid-19, jika selama dua hari tidak adanya gejala sakit terkait Covid-19, akan dikeluarkan dan harus melanjutkan karantina mandiri di rumah sampai 14 hari.

Dengan catatan, yang bersangkutan tidak diperbolehkan keluar rumah. Apabila selama masa karantina mandiri warga tersebut sakit flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, agar segera melakukan pemeriksaanke puskesmas, rumah sakit atau menghubungi call center 081268872141

Namun, jika selama dua hari itu warga tersebut mengalami gejala sakitnya, maka karantina terpusat dilanjutkan sampai 14 hari.

Penulis: kr

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kodim 0317/TBK Gelar Lomba Mancing Meriahkan HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 22:30 WIB

Update Covid-19 Karimun: Sembuh 3, Pasien Positif 3

17 Agustus 2022 - 16:48 WIB

Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

17 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Polres Karimun Panitia Utama Upacara Bendera HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Kompak! Satgas TMMD dan Masyarakat Cor Jalan Semenisasi Ratusan Meter

17 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Lapangan Merdeka Lingga Saksikan Pawai Obor HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 10:44 WIB

Trending di Kepri