Menu

Mode Gelap
Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman

Karimun · 11 Mar 2020 08:33 WIB

Peserta Pelatihan Rigger di Karimun Akan Selesaikan Secara Hukum, ini Masalahnya


					Pelatihan Rigger. (Foto: istimewa). Perbesar

Pelatihan Rigger. (Foto: istimewa).

INFOTERKINI, Asosiasi Operator Alat Berat dan Rigger (Asobat) akan dilaporkan ke pihak kepolisian oleh beberapa perwakilan peserta pelatihan Rigger yang sudah diadakan oleh Asobar sekitar Agustus 2016 silam.

Andi (26 tahun), salah satu peserta pelatihan tersebut mengatakan, merasa dikecewakan oleh pihak penyelenggara. Hal itu diarenakan, sertifikat dari pelatihan Rigger (juru ikat) tidak kunjung keluar sampai detik ini.

Padahal lanjutnya, kewajiban membayar biaya pendaftaran sudah dilunasi sebesar Rp 3 juta.

“Tahun 2016 kami ikut pelatihan Rigger, daftarnya harus bayar 3 juta. Tapi sertifikat kami salah nama, kami kembalikan ke Asobar untuk diperbaiki. Namun sampai sekarang, malah sertifikatnya belum kami terima,” kata seorang pemuda Guntung Punak Kecamatan Meral Barat tersebut dengan nada kesal, Selasa (10/3/2020) di salah satu Kafe, Sungai Raya Meral.

Diasampaikan Andi, sudah menemui langsung pengurus Asobar dan meminta penjelasan, Namun alasan pengurus, pihak PT. Katindo yang menerbitkan sertifikat tidak mau memberikan. Dikarenakan pihak Asobar belum melunasi kewajiban dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Andi dan beberapa rekan yang juga bernasib sama akan melaporkannya ke pihak kepolisian dalam waktu dekat ini.

Alasan melaporkan pihak berwajib sambung Andi, dirinya merasa dirugikan oleh pihak Asobar. Belum menerimanya sertifikat, dirinya terhalang untuk melamar pekerjaan.

“Kalau begini terus tidak ada jawaban, pasti kami mau melaporkan ke polisi, karena kami benar dirugikan. Selain uang kami hilang, mau melamar kerja pun susah. Marena harus pakai sertifikat sekarang,” tuturnya.

Namun, Andi tetap berharap pihak Asobar mau memberikan tanggapan terkait permasalahan ini, dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

 

Penulis: rahmat/redaksi

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kodim 0317/TBK Gelar Lomba Mancing Meriahkan HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 22:30 WIB

Update Covid-19 Karimun: Sembuh 3, Pasien Positif 3

17 Agustus 2022 - 16:48 WIB

Pimpin Upacara HUT RI ke 77, Bupati Karimun: Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

17 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Polres Karimun Panitia Utama Upacara Bendera HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 12:00 WIB

Kompak! Satgas TMMD dan Masyarakat Cor Jalan Semenisasi Ratusan Meter

17 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Lapangan Merdeka Lingga Saksikan Pawai Obor HUT RI ke 77

17 Agustus 2022 - 10:44 WIB

Trending di Kepri