Menu

Mode Gelap
HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun

Batam · 16 Mar 2020 18:32 WIB

Polda Kepri Amankan 1.007 Butir Telur Penyu


					Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan menunjukkan barang bukti (Telur Penyu) yang diamankan, Senin (16/3/2020). Perbesar

Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan menunjukkan barang bukti (Telur Penyu) yang diamankan, Senin (16/3/2020).

INFOTERKINI – Ditreskrimsus Polda Kepri mengungkap tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.

Dalam kasus tersebut, sebanyak 1.007 butir telur penyu berhasil diamankan dan menangkap lima orang tersangka.

Kelima tersangka terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan, berinisial MD (47 tahun), DC (26 tahun), AK (36 tahun), BF (29 tahun) dan EN (62 tahun).

Para tersangka ditangkap di dua TKP yang ada, yakni Tanjungpinang dan Kota Batam, Provinsi Kepri.

“Penanganan perkara ini sudah dimulai sejak bulan Januari sampai dengan sekarang. Akhirnya berhasil terungkap,” Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan dalam keterangannya, Senin (16/3/2020).

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, bahwa sumber didapatinya telur penyu tersebut berasal dari daerah Anambas dan daerah Bintan.

Untuk nama-nama pemasok telur penyu sudah dikantongi oleh Tim Ditreskrimsus Polda Kepri, dan akan dikembangkan untuk penindakannya.

“Modus operandi para tersangka, dengan menyimpan, memiliki dan/atau memperniagakan telur satwa yang dilindungi tersebut,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 40 ayat (2) dan/atau ayat (4) Jo pasal 21 ayat (2) huruf e Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.

Penulis: kt

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Neko Temui PSDKP Minta Tertibkan Kapal Ganggu Nelayan Lingga

12 Agustus 2022 - 17:17 WIB

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Beri Penyuluhan Pertanian Kepada Warga

12 Agustus 2022 - 15:29 WIB

HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia

11 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Tim Wasev Tinjau TMMD ke 114 Kodim 0317/TBK

11 Agustus 2022 - 16:52 WIB

Richky Pimpin Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Karimun, Begini Harapan Wabup

11 Agustus 2022 - 12:18 WIB

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

Trending di Karimun