Menu

Mode Gelap
Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan Ada Pemeliharaan PLTU, Listrik di Karimun Padam Bergilir Mulai 29 Juli 2022

Batam · 10 Jul 2020 17:01 WIB

Polisi Amankan Ribuan HP Black Market di Batam


					Press rilis pengungkapan kasus 2.389 unit handphone black market berbagai merek asal China yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri, (10/7/2020).
Perbesar

Press rilis pengungkapan kasus 2.389 unit handphone black market berbagai merek asal China yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri, (10/7/2020).

Infoterkini.co.id – Sebanyak 2.389 unit handphone black market berbagai merek asal China diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri.

Ribuan hp itu ditemukan di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepri pada, Kamis (2/7/2020) pukul 13.00 WIB.

Pengungkapan kasus ini berawal informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone yang diduga tidak memiliki sertifikasi.

“Berbagai merek diantaranya Nokia, Samsung dan Lenovo dengan pemilik berinisial A (tersangka). Dari hasil pemeriksaan, pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari Kemkominfo RI terhadap jenis dan merek hp tersebut,” jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan, Jumat (10/7).

Disampaikannya, ribuan unit hp berbagai merek tersebut diperoleh dari Nlnegara China yang dibawa oleh jasa pengiriman inisial BZ dan H. Setelah tiba, barang tersebut disimpan di gudang Ruko Taman Nagoya Indah.

“Hp tersebut di distribusikan ke 18 counter yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam, diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari. Dari perdagangan hp black market ini, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp 600 juta,” ucap AKBP Nugroho Agus Setiawan.

Disampaikannya lagi, penyidikan dan penyelidikan kasus tersebut akan terus dikembangkan.

“Langkah kita kedepannya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo dan meminta keterangan dari para ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi barang-barang itu sendiri,” pungkasnya.

Atas tindakannya, tersangka A dikenakan dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

 

Penulis: KR
Editor   : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Santunan Belum Dapat, DP2KA Lingga Nunggak BPJS

8 Agustus 2022 - 09:51 WIB

TMMD ke 114: Dandim 0317/TBK Berbagi Sembako di 2 Desa

8 Agustus 2022 - 09:36 WIB

Didukung 12 OKP, Raden Richky Pimpin DPD KNPI Karimun Periode 2022-2025

8 Agustus 2022 - 09:13 WIB

Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI

6 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Trending di Headline