Menu

Mode Gelap

Headline · 30 Agu 2022 11:48 WIB

Produksi Air Mineral Kemasan Gunung Daik Lingga Stop Beroperasi, ini Sebabnya


					Air Mineral Kemasan Gunung Daik Lingga Perbesar

Air Mineral Kemasan Gunung Daik Lingga

Lingga, rcmnews – Salah satu perusahaan produksi Air mineral kemasan merk “Gunung Daik” Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang dikelola oleh PT Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM) akan stop beroperasi.

Stopnya berproduksi perusahaan BUMD ini disebabkan karena usulan yang diajukan PT PSM degan nomor surat 105/DIR/PT.PSM/VI/2022,pada tanggal 30 Juni 2022, perihal usulan untuk biaya tambahan penyertaan modal yang diajukan sebesar Rp 1.000.000.000 (Satu Miliyar Rupiah) tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Justru pemerintah daerah Lingga melalui Sekdakab menindak lanjutinya surat tersebut degan melayangkan surat ke Dirut PT PSM, yang ditanda tanganinya pada tanggal 19 Agustus 2022 kemarin dengan nomor 500/EKON-SDA/1057.

Tentu dengan terbitnya surat itu secara otomatis maka BUMD produksi air mineral Gunung Daik yang dikelola oleh PT PSM tidak lagi dapat beroperasi dan memproduksi produknya.

“Baik, saya konfirmasi dengan berat hati bahwa untuk sementara produksi Air Gunung Daik terhenti,” ungkap Dirut PT Pembangunan Selingsing Mandiri, M Syahrial saat dikonfirmasi.

Dirut BUMD PT Pembangunan Selingsing Mandiri, MnSyahrial.

Dikatakannya, hal tersebut dikarenakan tidak tersedianya modal kerja untuk pembelian bahan baku dan biaya operasional produksi dari mulai pertengahan Agustus 2022.

Dari Pemkab Lingga malah menerbitkan surat pada 19 Agustus 2022.Dengan nomor 500/EKON-SDA/1057. Berdasarkan surat dari Pemkab Lingga itu bahwa dipastikan BUMD Lingga tahun ini tidak dapat diberikan anggaran penyertaan modal.

“Tanpa modal kerja sulit kami bisa berproduksi,” ujar M Syahrial.

Lanjutnya lagi, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk mencari pihak ketiga yang bersedia untuk bekerjasama. Tapi hampir semua calon rekanan meminta jaminan dari pemkab.

“Maka untuk sementara kita tak bisa produksi air mineral kemasan merk Gunung Daik,” ungkapnya.

Dirut PTbPSM menjelaskan, Pemkab Lingga tidak mempermasalahkan kalau ada pihak ketiga yang mau kerjasama. Tetapi persoalannya pihak ketiga yang meminta agar mendapatkan jaminan dari pemkab.

“Jaminan itu berupa tersedianya anggaran untuk BUMD. Kalau tidak ada kepastian anggaran untuk BUMD, sulit menemukan pihak ketiga yang mau kerjasama,” ucapnya.

Dari keterangan yang disampaikan Dirut PTbPSM itu, media ini kembali mengkomfiasi surat yang dikeluarkan oleh Sekdakab terkait hal itu. Namun Sekdakab, Syamsudi saat dikonfirmasi irit bicara.

“Produksinya dikelola oleh BUMD, sebaiknya langsung saja ke Direkturn nya,” jawabnya Syamsudi dengan singkat.

Padahal dari beberapa sumber yang didapatkan khususnya warga masyarakat Dabo yang tak mau disebutkan namnya menyayangkan kalau produksi air mineral tersebut dihentikan dan tidak bisa beroperasi lagi.

Menurut sumber, air mineral produksi tempatan ini merk Gunung Daik enak rasanya dan tidak berbau sama seperti produk lainnya yang sudah lebih dulu ada.

Diakuinya lagi, air tersebut sangat laku dipasaran khusunya didalam lingkungan pasar sayur Dabo, bahkan stok yang dijual dikiosnya semakin sedikit dari jumlah yang diordernya sebanyak 15 karton.

Baca Berita Lainnya di Google News
Artikel ini telah dibaca 3,750 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Kapal Ikan Asing

8 Desember 2022 - 16:56 WIB

Kapolres Karimun Perintahkan Perketat Penjagaan Mako Polsek

8 Desember 2022 - 16:27 WIB

Polsek Meral Kenalkan Tugas Umum Polri pada Siswa TK

8 Desember 2022 - 16:07 WIB

Pemdes Persing Lingga Gelar Pelatihan Untuk Nelayan

7 Desember 2022 - 22:32 WIB

Dilaksanakan 11 Hari, Operasi Lilin Seligi 2022 di Kepri Dimulai 23 Desember

7 Desember 2022 - 14:55 WIB

Buka Turnamen Voli di Karimun, Gubernur Kepri: Tanamkan Nilai Sportivitas

7 Desember 2022 - 12:50 WIB

Trending di Karimun