Menu

Mode Gelap
Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan Ada Pemeliharaan PLTU, Listrik di Karimun Padam Bergilir Mulai 29 Juli 2022

Batam · 17 Mar 2020 23:22 WIB

Satpol PP Awasi Lokasi Kumpul Anak Sekolah


					Satpol PP sedang mengawasi salah satu kumpul pelajar di Kota Batam, Kepri. (Foto: istimewa). Perbesar

Satpol PP sedang mengawasi salah satu kumpul pelajar di Kota Batam, Kepri. (Foto: istimewa).

INFOTERKINI – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi telah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah bagi pelajar sebagai upaya meminimalisir potensi penyebaran virus corona. Selama 14 hari terhitung tanggal 17 Maret 2020, anak-anak ini tidak perlu datang ke sekolah untuk kegiatan belajar mengajar.

Tidak ke sekolah bukan berarti tidak belajar. Proses pembelajaran dilakukan secara daring. Alternatif lain adalah anak sekolah ini diberi tugas melalui aplikasi pesan berbayar seperti Whatsapp. Pesan dikirim guru ke orang tua siswa masing-masing. Dan wajib diserahkan hasilnya per hari, juga melalui jaringan yang sama.

Selama proses belajar di rumah tersebut, anak-anak sekolah ini tidak dibenarkan ke luar rumah. Apalagi berkumpul di tempat keramaian. Seperti mal, warnet, dan tempat bermain lainnya. Untuk pengawasan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah menurunkan tim Satpol PP.

Kepala Satpol PP Batam, Salim mengatakan pihaknya menurunkan tim dari Kompi Pengawasan dan personel Satpol PP di kecamatan.

“Kita turun di seluruh kecamatan. Selain karena kita masuk di Gugus Tugas, pokja penindakan, pengawasan juga dilakukan dalam rangka mengamankan keputusan Wali Kota Batam. Karena kebijakannya adalah belajar di rumah bukan berarti libur bebas keluar rumah, khususnya di jam sekolah,” terangnya.

Menurutnya pengawasan akan terus dilakukan hingga 30 Maret mendatang. Apabila ditemukan pelajar yang kumpul-kumpul, akan ditanyai terlebih dulu. Lalu mereka diminta untuk langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Beberapa tim sudah ada yang menyampaikan laporan tadi. Seperti Batam Kota itu mereka turun ke Mall Botania 2, lalu di Batuampar cek warnet-warnet,” papar Salim.

Adapun berdasarkan laporan dari koordinator lapangan di Kecamatan Batuampar, sebagian besar warnet dalam kondisi tutup atau tidak beroperasi. Meski begitu, tim akan tetap berkeliling untuk melakukan pengawasan.

 

 

 

 

Sumber: MCB

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Santunan Belum Dapat, DP2KA Lingga Nunggak BPJS

8 Agustus 2022 - 09:51 WIB

TMMD ke 114: Dandim 0317/TBK Berbagi Sembako di 2 Desa

8 Agustus 2022 - 09:36 WIB

Didukung 12 OKP, Raden Richky Pimpin DPD KNPI Karimun Periode 2022-2025

8 Agustus 2022 - 09:13 WIB

Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI

6 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan

6 Agustus 2022 - 13:05 WIB

Trending di Headline