Menu

Mode Gelap
Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun Kadispora Karimun: Hasil Popda Kepri 2022 jadi Evaluasi Untuk Perbaikan Ada Pemeliharaan PLTU, Listrik di Karimun Padam Bergilir Mulai 29 Juli 2022

Batam · 27 Feb 2020 11:25 WIB

Tim Setjen Wantannas ke Batam siapkan kajian Sistem Komunikasi Kabel Laut


					(Foto: istimewa). Perbesar

(Foto: istimewa).

Batam, infoterkini.co.id – Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) berkunjung ke Pemerintah Kota Batam, Rabu (26/2). Kunjungan yang dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Wantannas, Mayjen TNI Toto Siswanto ini diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin.

“Hari ini kita menerima kunjungan dari tim kajian daerah Setjen Wantannas. Kunjungan ini untuk mendapatkan informasi dan data terkait kondisi ketahanan nasional di daerah pada sistem komunikasi kabel laut (SKKL) di Batam,” tutur Jefridin.

Adapun titik berat kunjungan kajian daerah ini adalah peran penting gerbang internet Indonesia yang melalui SKKL. Menurut Tim Kajian Daerah, Indonesia adalah satu-satunya negara yang belum menyatakan politik luar negeri siber secara utuh dan tegas. Hal ini berakibat pada belum adanya arah kebijakan atau acuan dalam menata kelola ruang siber atau internet Indonesia.

“Seperti yang disampaikan tim, jika hal ini dibiarkan maka Indonesia akan tidak memiliki teritori kedaulatan siber,” kata dia.

Ia menjelaskan, teritori kedaulatan siber ini bentuk fisiknya adalah berupa jaringan telekomunikasi domestik. Jaringan ini terhubung ke ruang siber internet global melalui SKKL yang berujung pada suatu cable landing station (CLS). CLS tersebut dikelola oleh beberapa operator telekomunikasi Indonesia.

Sasaran kunjungan lainnya adalah terkait sistem pengamanan jaringan SKKL. Karena peran dan posisi ujung kabel laut pada SKKL global Indonesia sangat vital bagi keberlangsungan ekonomi digital Indonesia, maka CLS dan data centre yang menyertainya pada Gerbang Internet Indonesia merupakan obyek vital nasional. Sehingga wajib mendapat perlindungan dan pengamanan yang layak serta mendapatkan prioritas dari aparat keamanan terkait.

“Tim juga melakukan kajian tentang potensi kerusakan jaringan SKKL akibat kegiatan kapal-kapal yang labuh jangkar pada lokasi kabel bawah laut. Atau akibat dari kapal pencari ikan yang menggunakan jaring dasar di sekitar lokasi digelarnya kabel bawah laut. Potensi lainnya yaitu akibat bencana alam. Dan dari perbuatan sengaja manusia yang hendak mencuri kabel bawah laut tersebut,” papar Jefridin.

 

 

 

Sumber: MCB

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke 114 Karimun Kebut Penyelesaian Rehap RTLH

8 Agustus 2022 - 20:54 WIB

Tingkatkan Imunitas Polres Lingga Gelar Fun Bike dan Senam Aerobik

8 Agustus 2022 - 09:57 WIB

Santunan Belum Dapat, DP2KA Lingga Nunggak BPJS

8 Agustus 2022 - 09:51 WIB

TMMD ke 114: Dandim 0317/TBK Berbagi Sembako di 2 Desa

8 Agustus 2022 - 09:36 WIB

Didukung 12 OKP, Raden Richky Pimpin DPD KNPI Karimun Periode 2022-2025

8 Agustus 2022 - 09:13 WIB

Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI

6 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Trending di Headline