Menu

Mode Gelap
HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia Kadinkes Karimun: Covid-19 Belum Berakhir, Patuhi Prokes dan Ikut Vaksin Booster Begini Kata Bupati Karimun Soal Dualisme KNPI Update Covid-19 Karimun: Bertambah Lagi, Positif Covid-19 Tersebar di 4 Kecamatan Oknum Guru SD di Kundur Pelaku Pencabulan 5 Siswa Dinonaktifkan Terjadi Lakalantas di Karimun, Begini Penjelasan Polisi Berstatus PNS, Oknum Guru Agama yang Cabuli 5 Siswa SDN di Kundur Terancam Dipecat Oknum Guru SD di Kabupaten Karimun Cabuli 5 Siswa dengan Iming-iming Nilai Tinggi Positif Covid-19 di Karimun 6 Orang, Kadinkes: Semuanya Isoman Telah Dibuka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD KNPI Karimun

Karimun · 17 Feb 2020 23:22 WIB

Bupati Karimun: Hormati dan Patuhi 5 Poin Penting Kesepakatan


					Foto bersama usai rapat bersama penyelesaian permasalahan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, di ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin 17 Februari 2020. (Foto: istimewa).
Perbesar

Foto bersama usai rapat bersama penyelesaian permasalahan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, di ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin 17 Februari 2020. (Foto: istimewa).

Karimun, infoterkini.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menekankan untuk menghormati dan mematuhi apa yang menjadi pedoman saat ini, yaitu 5 point penting kesepakatan bersama antara Pemkab Karimun dengan pihak Keuskupan Pangkal Pinang di Kementerian Agama RI, Jakarta belum lama ini.

Kelima poin penting kesepakatan terkait persoalan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Karimun dimaksud:

1. Semua pihak saling menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di PTUN terkait IMB Gereja Katolik Santo Joseph.

2. Selama proses hukum berlangsung, kedua belah pihak mengupayakan dialog dan silaturahmi. Pihak gereja tidak melakukan aktivitas pembangunan dan semua pihak diminta tidak melakukan aktivitas demo.

3. Bupati Karimun telah menyampaikan usulan dari FUIB dan APKK tentang relokasi pembangunan Gereja Paroki Katolik Santo Joseph dan menjadikan sebagai cagar budaya gereja dan pihak gereja melalui Uskup, Keuskupan Pangkal Pinang akan mempelajari sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung

4. Kementerian Agama, Bupati, Uskup, Kakanwil Kemenag Kepri akan melakukan silaturahmi ke Kabupaten Karimun untuk bertemu dengan masyarakat Kabupaten Karimun dalam rangka upaya menciptakan situasi yang harmonis bagi kehidupan umat beragama di Karimun

5. Semua pihak harus menghormati hasil keputusan PTUN.

“Dapat bersama kita hormati dan laksanakan 5 poin penting kesepakatan tersebut, demi terwujudnya Kabupaten Karimun aman dan harmonis,” tegas Rafiq Senin 17 Februari 2020.

Rapat bersama tindak lanjut penyelesaian permasalahan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, di ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin 17 Februari 2020. (Foto: istimewa).

Ketegasan itu disampaikannya pada rapat bersama tindak lanjut penyelesaian permasalahan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, di ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun.

Turut hadir pada kesempatan itu diantaranya Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, FKPD, dari DPRD Karimun, Tim Atensi Polda Kepri, Kepala Kemenag Karimun, Sekda Karimun, Asisten I Pemkab Karimun.

Selain itu hadir juga, Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Ketua Aliansi Peduli Kabupaten Karimun (APKK), Ketua LAM Kabupaten Karimun, Ketua LMB, Ketua FKUB, Ketua FPK, Ketua MUI Kabupaten Karimun, panitia pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph dan Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Karimun.

Pada kesempatan itu Rafiq mengajak semua pihak untuk membuat kesepakatan bersama dengan membuat pernyataan terkait kondusifitas Kabupaten Karimun yang aman damai dan sangat menjunjung tinggi toleransi umat beragama

Rapat bersama tindak lanjut penyelesaian permasalahan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, di ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin 17 Februari 2020. (Foto: istimewa).

Rafiq juga menyampaikan dari perwakilan pihak Gereja dapat meluruskan pemberitaan yang beradar agar tidak terajadi kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat. Serta meminta untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terpancing isu SARA.

“Begitu juga dari pihak ormas FUIB dan APKK, agar dapat menahan diri dan menghormati proses hukum dan dapat mensosialisasikan serta meluruskan informasi kepada masanya, agar masyarakat lebih bijak menyikapi pemberitaan di media sosial,” pinta Rafiq menambahkan.

Penulis: Redaksi

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Selesai Bangun 9 Unit Jamban Warga Desa Parit

14 Agustus 2022 - 17:05 WIB

Satgas TMMD 114 Kodim 0317/TBK Beri Penyuluhan Pertanian Kepada Warga

12 Agustus 2022 - 15:29 WIB

HUT RI ke-77, Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia

11 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Tim Wasev Tinjau TMMD ke 114 Kodim 0317/TBK

11 Agustus 2022 - 16:52 WIB

Richky Pimpin Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Karimun, Begini Harapan Wabup

11 Agustus 2022 - 12:18 WIB

TMMD 114: Kodim 0317/TBK Sosialisasikan Kamtibmas Kepada Masyarakat

10 Agustus 2022 - 15:41 WIB

Trending di Karimun